Puasa – “Peristiwa-Peristiwa Bersejarah Terpenting di Bulan Ramadhan”

Peristiwa terpenting yang terjadi di bulan Ramadhan adalah turunnya Al-Qur’an yang mulia pada malam tanggal 25. Kemudian terjadi pula beberapa peristiwa besar yang sangat menentukan dalam sejarah di bulan Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mendudukkan segala persoalan secara proporsional, sekaligus menjadi bukti bahwa motto puasa adalah kekuatan, jihad, dan kerja, bukan kelemahan dan kemalasan.

Seorang Muslim mesti berinteraksi dengan realita kehidupan dan beradaptasi dengan kondisi. Kewajiban religius tidak boleh memalingkannya dari kewajiban penghidupan dan kehidupan. Dan sebaliknya, hawa nafsu duniawi serta godaan makanan dan minuman tidak boleh mengekang tekad dan kemahuannya.

Tidak patut seorang Muslim berkata bahwa puasa itu membuat pekerjaan terbengkalai dan masyarakat terbelakang. Jalan Islam itu sudah dikenal, yaitu jihad; dan agama/syariat Allah itu mudah, tidak sulit. Islam membolehkan, bahkan menganjurkan, berbuka dalam perjalanan dan perang. Dia menetapkan bahawa orang-orang yang berpuasa dalam situasi seperti itu terhitung memberat-beratkan diri.

Dia juga menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak berpuasa dalam jihad akan memperoleh seluruh pahala jihad, sebagaimana diterangkan oleh Nabi saw pada waktu penaklukan kota Mekah, yang saat itu beliau adalah orang pertama yang membatalkan puasanya.

Bukti akan hal ini adalah peristiwa-peristiwa besar yang telah terjadi di bulan Ramadhan. Kami akan menyebutkan sebagiannya yang paling masyhur untuk membuktikan bahawa kemenangan itu terkait dengan penyucian jiwa dari kotoran-kotoran materi, dan bahawa hari-hari di bulan Ramadhan itu penuh berkah, membawa kebaikan, kemenangan, dan karunia ilahi apabila semua hati telah terfokus kepada Tuhan langit dan bumi. Allah Ta’ala berfirman,
“… Dan tidak ada kemenangan itu selain dari Allah….” (Ali ‘Imran: 126)

1. Perang Badar Kubra, yaitu perang “pembeda” di mana Allah membedakan antara kebenaran dan kebatilan, yang kemudian dimenangkan oleh Islam (simbol nilai-nilai tertinggi dalam tauhid, pemikiran, kehidupan yang lurus, dan akhlak yang benar). Sementara, syirik dan paganisme (simbol keterpurukan, keterbelakangan, keruwetan, dan pengabaian kemuliaan manusiawi) kalah. Perang ini terjadi pada hari Jumat, tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H.
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya.” (Ali ‘Imran: 123)

Kata Ibnu Abbas, Perang Badar terjadi pada hari Jumat tanggal 17 Ramadhan. Dalam perang inilah Abu Jahl — Fir’aun umat ini dan musuh besar Islam — terbunuh.

2. Penaklukan Mekah, yang merupakan kemenangan terbesar. Allah Ta’ala berfirman,
“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (al-Fath: 1)

Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat tanggal 20 atau 21 Ramadhan tahun 8 H. Dalam peristiwa inilah aliran paganisme dimusnahkan dan berhala-berhala di sekeliling Ka’bah dihancurkan. Dalam bulan Ramadhan tahun 5 H kaum Muslimin mengadakan persiapan untuk menghadapi Perang Khandaq yang kemudian terjadi pada bulan Syawwal tahun yang sama.

3. Sebagian peristiwa Perang Tabuk terjadi dalam bulan Ramadhan tahun 9 H. Dalam bulan Ramadhan pula terjadinya Perang Qadisiyah, Perang Buwaib, dan penaklukan pulau Rhodes.

4. Islam tersebar di Yaman pada tahun 10 H di bulan Ramadhan. Nabi saw pun mengutus Ali bin Abi Thalib bersama sebuah pasukan kecil ke Yaman dengan membawa sepucuk surat untuk penduduk Yaman.

5. Pada tanggal 25 Ramadhan tahun 8 H, Khalid bin Walid menghancurkan bangunan tempat menyembah berhala Uzza di Nakhlah, kemudian Rasulullah saw bersabda, “Uzza takkan disembah lagi untuk selamanya!”. Rasulullah saw juga mengirim beberapa pasukan kecil untuk menghancurkan semua berhala.

6. Pada bulan Ramadhan tahun 9 H delegasi suku Tsaqif dari Tha’if menghadap Rasulullah saw untuk menyatakan masuk Islam. Pada tahun ini pula penghancuran berhala Lata yang dulu disembah oleh suku Tsaqif.

7. Pada pagi hari Jumat tanggal 25 Ramadhan tahun 479 H terjadi Perang Sagrajas (nama sebuah dataran di dekat Portugal) atau Perang Arabisme dan Islam. Dalam perang ini, pasukan Muslimin di Andalusia yang dikomandani oleh Yusuf bin Tasyfin berhasil mengalahkan pasukan Eropa yang berjumlah 80,000 personel dan dipimpin oleh raja Castilla, Alfonso VI.

8. Perang ‘Ain Jalut (sebuah desa yang terletak di antara Baisan dan Nabulus) terjadi pada pagi hari Jumat tanggal 15 Ramadhan 658 H, bertepatan dengan 3 September 1260 M. Pasukan Muslimin dipimpin oleh Sultan Quthuz, sultan negara Mamalik di Mesir. Setelah berteriak lantang, “Duhai Islamku!” akhirnya dia berhasil mengalahkan pasukan Mongol hingga mereka lari tunggang langgang.

Setelah berakhirnya perang ini, wilayah Mesir dan Syam disatukan, dan Islam serta kaum Muslimin selamat dari kekejaman bangsa Mongol. Pahlawan Shalahuddin al-Ayubi juga melakukan beberapa pertempuran yang menentukan melawan kaum Salib di bulan Ramadhan.

9. Penaklukan Andalusia. Dalam bulan Ramadhanlah terjadinya Perang Tharif, yang mengawali penaklukan Andalusia. Begitu pula terjadi perang Sagrajas. Kemudian Andalusia takluk pada tanggal 28 Ramadhan 92 H/19 Juli 711 M kepada pasukan Muslimin yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad setelah dia mengalahkan Roderick, panglima bangsa Goth (Jerman), dalam pertempuran yang menentukan yang dikenal dengan Perang al-Buhairah (Perang Danau) setelah dia menguasai Selat Gibraltar, membakar kapal-kapalnya, dan mengucapkan perkataannya yang legendaris kepada pasukannya, “Di belakang kalian laut, sedangkan di depan kalian musuh!” Setelah itu ditaklukkan pula Cordova, Granada, dan Toledo yang menjadi ibukota politik Andalusia.

Dalam bulan Ramadhan pula terjadinya perang terakhir melawan kaum salib untuk membersihkan negeri dan kampung halaman kita dari kekejian mereka. Pada tanggal 10 Ramadhan 1393 H/1973 M terjadi Perang Ubur, yakni penyeberangan angkatan bersenjata Mesir melalui terusan Suez dari tepi sebelah barat ke tepi sebelah timur, setelah dikuasai oleh kaum Yahudi selama kurang lebih tujuh tahun sejak tanggal 5 Juni 1967 M. Pada tanggal 10 Ramadhan, tiba pula angkatan bersenjata Syria di tepi danau Thabariyah. Dalam “Perang Kemuliaan” yang terjadi di bulan Ramadhan (April 1968 M), dengan jumlah yang sedikit, sementara musuh menduduki posisi yang sangat strategis, penduduk Palestina berhasil memberi kaum Zionis pelajaran yang tidak terlupakan.

Syeikh Prof Dr. Wahbah Az-Zuhaili
(Fiqih Islam Wa Adillatuhu)

Advertisements
This entry was posted in FIQIH ISLAM, PUASA & I'TIKAF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s