Dakwah Kami Adalah Rabbaniyah Alamiyah Mutamayyizah

Dakwah kami disebut Rabbaniyah kerana asas yang menjadi poros bagi seluruh sasaran dakwah kami adalah bagaimana agar manusia boleh mengenal Tuhannya. Dari ikatan yang kukuh ini maka tegaklah spiritual yang mulia, yang mengantarkan jiwa-jiwa manusia membung tinggi, bebas dari kebekuan dan kegersangan materi yang pekak, menuju kesucian, keutamaan, dan keindahan hakikat manusia.

Adapun ia disebut alamiyah kerana, dakwah kami ini ditujukan kepada seluruh umat manusia, dan manusia pada dasarnya adalah bersaudara, di mana asal kejadian mereka satu, moyang mereka satu, dan nasab mereka juga satu. Tidak ada yang superior di antara mereka kecuali dengan taqwa dan besarnya sumbangsih yang mereka persembahkan kepada masyarakat berupa kebajikan yang melimpah dan keutamaan yang sempurna. Oleh kerana itu, kami tidak menyakini prinsip rasialisme kebangsaan. Kami juga tidak mendokong fanatisme kesukuan, ras, atau warna kulit. Kami, Al-Ikhwan Al-Muslimun, menyeru pada persaudaraan yang terbina di atas keadilan di antara anak manusia.

Adapun ia disebut mutamayyizah kerana fikrah kami meliputi seluruh aspek perbaikan masyarakat dan mempresentasikan idea-idea, pemikiran gerakan dakwah yang lain. Setiap reformis yang ikhlas dan berghairah untuk melakukan perubahan maka akan menemukan harapan-harapannya dalam Jamaah Al-Ikhwan Al-Muslimun.

Lebih dari itu, dakwah kami adalah dakwah ilmiyah kerana menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, di mana agama Islam telah mewajibkan setiap pemeluknya untuk menuntutnya. Di dalam Islam, titisan hitam pena para ulama berbanding dengan titisan merah darah syuhada.

Dakwah kami juga dakwah wasathiyah (adil), amaliyah (aksi), aqlaniyah (logik), dan istiqlaliyah (independent). Untuk itu, ia adalah dakwah yang tidak menerima pengotak-kotakan, kerana tabiatnya adalah persatuan. Jadi, siapa saja yang telah siap berjuang dengan Al-Ikhwan Al-Muslimun maka hendaklah ia mewakafkan jiwa dan raganya, dan siapa saja yang merasa lemah memikul beban ini maka diharamkan baginya pahala para mujahidin, dan ia menjadi orang yang tertingal dan bersama orang-orang yang berpangku tangan, lalu Allah akan menggantikannya dengan orang lain yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang-orang yang mencela. Itulah kurnia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Maidah: 54)

Amer Syamakh

Advertisements
This entry was posted in Al-Ikhwan Al-Muslimun, MUTIARA DA'WAH. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s