Bab 9 – “Memasuki Malam Zafaf” (Bahagian 2B)

Urusan Berkenaan dengan Pakaian
Setelah kucupan di kening ketika berdoa, solat dua raka’at bersama-sama, meminum susu segelas berdua –kalau bersedia bisa meminum di bekas bibir istri pada mulut gelas– dan menjalin kedekatan dengan sikap lembut serta pembicaraan yang halus, sekarang kita bisa menjalin kedekatan yang lebih dalam lagi. Sebelum suami membuka aurat dan istri membuka auratnya, Abduh Ghalib Ahmad ‘Isa mengingatkan agar kita masing-masing memanjatkan doa kepada Tuhan.

Ada doa yang diajarkan Nabi Saw:- “Allahumma jannibnasy-syaithaana wa jannibisy-syaithana maa razaqtanaa.”

Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami.

Setelah  memanjatkan  doa  dengan  permohonan  yang  sungguh-sungguh, pengantin pria dapat melepaskan pakaiannya. Demikian juga pengantin wanita dapat melepaskan pakaiannya. Anda dapat melepas pakaian seluruhnya dan kemudian menutupi keadaan Anda berdua dengan selimut. Tetapi yang lebih utama adalah melepaskan sedikit demi sedikit.

Melepaskan sedikit demi sedikit dapat membuat suami lebih tertarik dan semangatnya tumbuh. Tetapi mudahkanlah suami untuk mendapatkan apa-apa yang ingin   dimaksudkan.   Jangan   menyulitkan,   apalagi   ketika   perasaannya   sudah terbangkitkan.  Anda  yang  tahu  bagaimana  menggoda  suami.  Anda  juga  bisa membantu  suami  melepaskan  pakaian,  dan  suami  juga  bisa  membantu  istrinya melepas pakaian.

Ketika suami-isteri melepas pakaian, sebaiknya suami aktif mengajak bergurau, seperti bermain, memeluk, dan mencium. Demikian nasehat Ustadz ‘Abduh Ghalib Ah-mad ‘Isa, seorang ulama di Khartoum.

Rasulullah Saw. bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengumpuli istrinya seperti binatang mengumpuli. Tetapi agar ada utusan antara kedua”. Maka ditanyakan, “Apakah yang dimaksud utusan itu?” Beliau bersabda, “Mencium dan bercanda.” (HR Ad- Dailami).

Bercanda
Hubungan intim hendaknya dilakukan dengan tenang dan sabar. Tidak tergesa- gesa. Apalagi di malam zafaf, ketika istri baru pertama kalinya membuka aurat di hadapan suami. Karena itu, jangan terlalu panas (tapi juga jangan terlalu dingin).

Di malam zafaf, seorang suami hendaknya melakukan persenggamaan secara perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit. Sikap terburu-buru dapat membuat istri takut sehingga cenderung menarik diri secara psikis. Sikap tenang dan sabar, insya-Allah lebih dekat kepada maslahat dan kebahagiaan agung, meskipun suami harus menempuh jalan beberapa kali agar bisa melaksanakan maksudnya. Itulah sebabnya, sebelum memasuki malam zafaf istri ada baiknya mempersiapkan kelengkapan zafafnya agar tercapai kenikmatan yang mengesankan.

Ibnu Qayyim mengatakan, “Setiap kenikmatan yang membantu terwujudnya kenikmatan di hari akhir adalah kenikmatan yang dicintai dan diridhai oleh Allah Swt. Pencipta kenikmatan itu akan merasakan kenikmatan dalam dua segi. Pertama, perbuatan tersebut menyampaikan dirinya kepada ridha Allah Swt. Selain itu, akan datang pula kepadanya nikmat-nikmat lain yang lebih sempurna.”

Ketika mengajak untuk menghabiskan malam zafaf dengan kenikmatan yang diridhai Allah, suami dapat memberitahukan kepada istrinya bahwa ia tidak akan tergesa-gesa. Ia ingin menghabiskan malam zafaf dengan tenang secara bersama- sama.  Dan  ini  diberitahukan  kepada  istri  sebelum  sama-sama  melepas  pakaian ataupun pada permulaannya. Yang demikian ini insya-Allah akan menumbuhkan rasa cinta istri kepada suami serta perasaan tenteram ketika berada di dekatnya. Sebab, seorang suami yang mencintai istrinya dengan kecintaan yang kuat akan berusaha untuk memperhatikan perasaan istrinya.

Ajaklah isteri untuk bercanda dan bergurau dulu sebelum anda melakukan persetubuhan. Sehingga isteri merasa senang, perasaannya terhadap hubungan intim terbangkitkan, lalu menumbuhkan kesiapan padanya untuk melakukan itu bersama Anda dalam kenikmatan yang sempurna. Ketika perasaannya terbangkitkan dan cintanya kepada suami berkembang, isteri boleh lebih terbuka. Ia tidak terhalang oleh rasa malunya.

Mendatangi isteri tanpa menyenangkannya terlebih dulu, termasuk kelemahan bagi seorang suami. Rasulullah Saw. mengingatkan, “Tiga hal yang termasuk kelemahan suami. Beliau menghitung darinya: Dari seorang suami mendekati budak perempuannya atau isterinya kemudian ia mengumpulinya sebelum mengajak bercanda kepadanya dan menyenangkannya. Ia mengumpulinya kemudian ia memperoleh hajatnya dari isterinya itu sebelum ia (isteri atau budak perempuannya) memperoleh hajatnya.”

Katakan, keindahan-keindahan serta rasa bahagia yang ingin Anda sampaikan kepada istri. Begitu juga istri, dapat menyampaikan perasaannya yang sedang mekar kepada  suami.  Mudah-mudahan Anda  dapat  meresapi ketenteraman yang  ada  di antara Anda berdua. Bukankah Anda adalah pakaian suami Anda, dan suami adalah pakaian bagi Anda? Pakaian itu memberi perlindungan, rasa aman, ketenteraman dan kesenangan.

Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai maluketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai maluketika ia berpakaian lagi.”

Oh ya, jangan lupa nasihat Kanun al-Idrisi al-Hasani, penulis kitab Qurratul ‘Uyun fin Nikah Syar’i wa Adabihi. Dalam kitabnya itu, Kanun mengingatkan agar Anda tidak lupa meletakkan bantal di bawah —maaf— pantat istri. Yang demikian ini adalah untuk kebaikan Anda berdua sehingga malam zafaf terlewatkan dengan indah dan meninggalkan kenangan yang mengesankan.

Sekali lagi saya ingatkan Anda soal bantal ini. Kelihatannya sepele, tapi dari masalah-masalah yang sampai kepada saya ternyata tidak semua orang tahu nasehat Kanun Al-Idrisi ini. Soal mengapa Anda perlu memakai bantal, silakan baca sendiri di kitab Qurratul ‘Uyun. Atau, Anda bisa ikut pengajiannya setiap bulan Ramadhan di berbagai musholla dan masjid di Jombang, Jawa Timur.

Salah Tingkah Itu Rahmat
Ada yang bertanya kepada saya tentang salah tingkah dan canggung, bagaimana menghilangkannya? Mengapa saya harus merasa rikuh?

Saya  menjawab,  salah  tingkah  itu  rahmat.  Ini  adalah  rahmat  yang  perlu disyukuri. Ada keindahan-keindahan yang Anda dapatkan ketika salah tingkah. Salah satu  manfaat  salah  tingkah,  Anda  tidak  saling  menuntut  ketika  pertama  kali melakukan kemesraan bersama di malam zafaf. Anda justru merasa ingin melakukan yang menyenangkan teman hidup Anda. Anda tidak ingin melukainya. Nah, di sinilah insya-Allah Anda akan merasakan betapa salah tingkah itu rahmat yang tidak perlu ditakuti, justru disyukuri. Begitu…

Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin. Sebaliknya, seorang suami yang sulit bangkitdapat menjadi suami yang penuh kehangatan karena istrinya…

Selanjutnya, Isteri Hendaknya Tidak Malu
Al-Khara’ithy mengatakan, “Ammarmah bin Watsi-mah memberitahu kami, bapakku memberitahuku, dia berkata, “Abdullah bin Rabi’ah adalah orang yang terkenal di kalangan orang-orang Quraisy sebagai orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Penisnya tidak bisa ereksi. Sementara orang-orang Quraisy tidak pernah ada yang memberi kesaksian tentang kebaikan atau keburukannya dalam masalah ini. Dia pernah menikahi seorang wanita. Tapi hanya beberapa waktu berselang, istrinya lari darinya dan kembali ke keluarganya lagi. Begitu seterusnya. Lalu Zainab binti Umar bin Salamah bertanya, “Mengapa para wanita itu lari dari anak pamannya?”

Ada yang menjawab, “Karena wanita-wanita yang pernah menjadi istrinya tak mampu membuatnya mampu melaksanakan tugas sebagai suami.”

“Tak  ada  yang  menghalangiku  untuk  membuatnya  bangkit,”  kata  Zainab,

“Demi Allah, saya adalah wanita berperawakan besar dan bergairah.”

Maka akhirnya Zainab menikah dengannya, kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, selalu sabar meladeninya dan akhirnya mereka dikaruniai enam anak.

Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin dan menahan tangannya dari cengkeraman yang mesra kepada suami. Sikap dingin adakalanya karena rasa malu yang menguasai, sementara ia sebenarnya berkeinginan untuk memperoleh kehangatan cinta dari suaminya. Tapi seperti minuman hangat yang didekatkan pada segelas es, gairah dan kemesraan suami bisa surut oleh dinginnya sikap istri dalam menanggapi usapan sayang dan kecupan cinta suaminya.

Sebaliknya, seorang suami yang sulit terbangkitkan hasratnya dapat menjadi laki-laki yang penuh kehangatan karena istri yang tahu bagaimana menumbuhkan ketertarikan suami kepada dirinya saat melakukan hubungan intim. Rasa malu tidak menghalanginya untuk memberikan kebahagiaan pada suaminya, dan merasakan keindahan berdekatan dengan suami. Karena keindahan dalam berhubungan intim merupakan kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah. Insya-Allah, seorang istri yang mau menggairahkan suaminya akan memperoleh ridha dan barakah-Nya. Mudah-mudahan Allah memberikan kebahagiaan kepada Anda; kebahagiaan ketika melakukan hubungan intim bersama suami, kebahagiaan ketika menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari, kebahagiaan ketika Allah menitipkan benih suami di rahim Anda, kebahagiaan ketika bayi anda mengisap ASI yang menjadi bagian dari diri Anda sendiri, dan terutama kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah. Allahumma amin.

Benarlah nasehat Sayyidina Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita. Beliau mengatakan, “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi.”

Seorang suami akan merasa semakin sayang ketika istri mampu membangkitkan semangatnya ketika sama-sama menanggalkan pakaian. Dan ia merasakan cinta semakin mendalam disertai kebahagiaan dan keinginan untuk memberikan ketenteraman ketika ada rona merah di wajah istri setelah ia menutupi tubuhnya dengan pakaian kembali. Inilah sebagian di antara rahasia-rahasia.

Berbicara Dari Hati Ke Hati
Setelah mencapai kenikmatan puncak dari isteri Anda, dan urat-urat telah melemah, tunggulah isteri untuk mencapai ketenangan kembali. Jangan cepat-cepat meninggalkannya, karena yang demikian ini termasuk salah satu kelemahan laki-laki sebagaimana kita simak pada hadis terdahulu. Usapan pelan yang mesra dan kecupan lembut di kening masih ada yang mengharapkan. Kalau Anda berdua telah mencapai ketenangan yang membahagiakan, suami dapat membantu istrinya untuk mengenakan pakaiannya   kembali.   Tetapi   jika   istri   tampak   sangat   malu,   Anda   dapat membiarkannya dengan memberikan perlindungan. Ketika seorang istri mencapai puncak  kenikmatan  (orgasme),  ada  semburat  merah  di  wajah  yang  menyertai. Sesudah itu ia merasa malu sekali terhadap suaminya. Apalagi ini untuk pertama kalinya ia terbuka terhadap lawan jenis.

Sayangilah isteri Anda. Ajaklah ia berbicara dari hati ke hati dalam suasana yang lebih tenang. Dengarkan apa yang ingin ia sampaikan; perasaannya, kebahagiaannya, harapan-harapannya, dan mungkin juga sedikit kekhawatirannya sekaligus keinginannya untuk mendapatkan suami yang memberi perlindungan, rasa aman, ketenteraman, ikatan batin dan penerimaan.

Anda dapat membicarakan masalah-masalah ringan untuk beberapa saat. Kalau di antara perasaan bahagia itu istri sempat merasakan perasaan takut kehilangan, atau kekhawatiran apakah ia bisa menjadi istri sebagaimana yang Anda harapkan, atau ada pengharapan-pengharapan, maka biarkanlah dada Anda menjadi tempat istri merebahkan kegelisahannya. Berikan keteduhan padanya beberapa saat.

Sesudah tenang, Anda bisa bersuci dari hadas besar. Tetapi jika Anda ingin mengulangi sekali lagi atau istri masih merasakan kerinduan, cukuplah seorang suami berwudhu dan membersihkan apa yang menjadi bagiannya sebelum melakukannya lagi. Adapun kalau Anda memilih untuk mandi ketika akan mengulangi, yang demikian ini lebih utama dan insya-Allah lebih mendatangkan kebahagiaan bagi istri. Tetapi berwudhu saja telah mencukupi. Mandi jika terlalu lama justru dapat memadamkan kerinduan istri.

Mandi Janabah Bersama
Ada kewajiban sesudah jima’. Masing-masing wajib mandi janabah untuk mensucikan diri dari hadas besar. Anda dapat melakukannya sendiri-sendiri, tapi bisa juga mandi bersama-sama dalam satu bak agar keindahan dan kemesraan pada malam zafaf dapat lebih sempurna. Mudah-mudahan jalinan perasaan (al-’athifah) di antara Anda terikat lebih kuat. Semoga jalinan perasaan itu penuh barakah dan dibarakahi.

Anda masih bisa bermain-main kecil, bercanda bersama isteri ketika mandi janabah. ‘Aisyah r.a. mengatakan, “Aku pernah mandi jinabat bersama-sama Rasulullah Saw. dari satu bejana. Tangan kami berulang-ulang ke dalamnya.” (Muttafaq ‘alaih). Ibnu Hibban menambah, “Dan tangan kami bertemu di dalamnya.”

Selain untuk lebih menyempurnakan kemesraan dan keakraban, kesempatan mandi jinabat juga merupakan kesempatan pertama untuk melakukan amal shalih. Barangkali ada yang masih belum mengerti cara mandi, Anda bisa mengingatkan dengan penuh kasih-sayang dan perhatian. Semoga Allah meridhai dan memberikan barakah atas niat Anda.

Masih Ada Kehangatan
Masih ada kehangatan yang tersisa untuk menuju peraduan malam yang indah. Kerlingan mata dan pembicaraan singkat yang pendek bisa mengantarkan Anda ke peraduan sebelum menutup malam zafaf dengan doa dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah. Semoga apa yang menjadi rizqi Anda di malam ini, bisa menjadi rizqi yang penuh barakah di waktu-waktu berikutnya hingga hari kiamat. Semoga dari keindahan di malam zafaf, akan tumbuh di rahim istri keturunan yang penuh barakah, keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.

Setelah mengucapkan doa, terkatuplah mata pelahan-lahan. Sedangkan tangan dengan tangan masih bisa saling menggenggam. Ada ketenteraman di sana. Insya- Allah.

Barakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihi wa jama’a bainakumaa fii khairin.

Semoga Allah membarakahi masing-masing Anda berdua terhadap teman hidup Anda, dan menghimpunkan Anda berdua dalam kebaikan.

Allahumma amin.

Mohammad Fauzil Adhim
(Kado Pernikahan)

Advertisements
This entry was posted in Kado Pernikahan, PERNIKAHAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s