Al-Ikhwan Al-Muslimun Hanya Takut Kepada Allah swt

Dalam ucaptama Presiden Dr Mohammed Morsi di Tahrir Square (Medan Tahrir), beliau membuka blazer yang dipakai seraya berkata, “Saya tidak memakai baju kalis peluru.. Saya tidak takut melainkan Allah”.
Timbul persoalan, kenapa beliau begitu berani sekali berbanding bekas-bekas Presiden Mesir sebelum dari ini?
Inilah jawapannya….

************************************************************

Al-Ikhwan Al-Muslimun tidak boleh dikendalikan dengan pujuk rayu atau tekanan dan ancaman
. Mereka tidak takut pada siapa pun kecuali kepada Allah swt. Mereka tidak tergiur oleh pangkat dan jabatan, tidak bercita-cita pada kepentingan dan harta, tidak pula menggantungkan jiwa-jiwa mereka pada kesenangan duniawi yang fana. Mereka hanya mencari keredhaan Allah swt dan mengharapkan pahala akhirat. Langkah-langkah mereka merefleksikan firman Allah swt:-
“Maka bersegeralah kembali pada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu” (Adz-Dzariyat: 50)

Oleh kerana itu, Al-Ikhwan Al-Muslimun meninggalkan berbagai tujuan dan cita-cita untuk menuju satu tujuan dan satu sasaran, iaitu keredhaan Allah swt. Mereka pun tidak menyibukkan diri dengan manhaj yang bukan manhajnya. Tidak melakukan perubahan yang tidak sesuai dengan dasar dakwahnya. Dan tidak mewarnai kecuali dengan warna Islam.

“Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghah-nya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya kami menyembah” (Al-Baqarah: 138)

Untuk itu, barang siapa yang mencuba menipu mereka maka ia akan tertipu sendiri. Barang siapa yang hendak memanfaatkan mereka maka ia akan merugi. Dan barang siapa bercita-cita menundukkan mereka untuk kepentingan hawa nafsunya maka ia akan terhina. Sebaliknya, barang siapa ikhlas bersama mereka dalam tujuan-tujuaannya dan membersamai mereka di jalan yang mereka tempuh maka ia akan bahagia. Ia akan menemukan bahawa dalam jiwa-jiwa Al-Ikhwan Al-Muslimun itu terdapat pancaran jiwa keperajuritan yang tulus, persaudaraan yang setia, yang berkorban dengan jiwa-jiwa mereka dengan penuh ketulusan hati dan kesungguhan. Setelah menemukan semua itu, ia pun akan mendapatkan keutamaan yang agung pada mereka.

Dakwah Al-Ikhwan Al-Muslimun bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia dakwah, kerana sesungguhnya ia merupakan gaung dakwah yang pertama kali bergema dalam hati kaum mukminin, yang kemudian terucap oleh lisan-lisan mereka secara berulang-ulang, dari generasi ke generasi. Mereka berusaha menanamkannya sebagai sebuah keyakinan di dalam hati ummat Islam, agar kemudian ummat Islam menerapkkannya dalam gerak kehidupan dan hati mereka pun berhimpun dalam naungannya.

Amer Syamakh

Advertisements
This entry was posted in Al-Ikhwan Al-Muslimun, MUTIARA DA'WAH. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s