“Kemuliaan Menjadi Penghuni Madrasah Dasar”

Saudaraku, jika Anda dapat bersabar dalam menghadapi masa-masa yang sulit dan penuh kengerian, jika Anda dapat bertahan di atas kebenaran, menghadapi ujian demi ujian, sungguh itu saja merupakan suatu kemuliaan.

Sebab dengan begitu, Anda telah menjadi salah seorang alumni Madrasah dasar nan agung. Madrasah yang telah mendidik dan mencetak tokoh-tokoh dengan tarbiyah khusus hingga tatkala mereka lulus darinya, mereka telah menjadi emas murni tanpa campuran. Jiwa mereka menjadi jernih, hati mereka menjadi bening, dosa-dosa mereka telah berguguran, dan taubat mereka telah diterima. Mereka khusu’, tunduk, dan berserah diri kepada Rabb mereka. Mereka bertawakkal kepada-Nya dengan sebenar-benar tawakkal dan mereka kibaskan tangan mereka terhadap selain-Nya.

Barangsiapa berhasil lulus dari Madrasah Ibtila’ ini, nescaya akan menjadi salah seorang imam dalam Deen dan pemimpin yang membawa petunjuk.

“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar, dan adalah mereka menyakini ayat-ayat kami” (as-Sajdah: 24)

Dari Madrasah dasar ini telah lulus ‘Ammar bin Yasir, Bilal bin Rabah, Shuhaib, Salman, Khabbab bin Arat, Khubaib bin ‘Adiy, dan sahabat-sahabat yang lain.

Dari Madrasah ini pula telah lulus Sa’id bin Jubair, Malik bin Anas, Abu Hanifah, dan seorang murid terhebat yang selanjutnya menjadi guru terhebat pula di Madrasah ini, Imam Ahmad bin Hambal.

Dari Madrasah ini pulalah Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim, as-Sarakhsiy, dan para ulama amilin mujahidin fi sabilillah berasal.

Maka, menjadi salah satu alumni Madrasah megah ini merupakan satu kebanggaan bagi Anda, wahai saudaraku. Madrasah yang pelopornya dan gurunya yang pertama adalah Rasul saw. Beliau yang telah bersabda:-

“Aku telah dianiaya di jalan Allah ketika belum seorang pun dianiaya”

[1] Diriwayatkan oleh at-Tirmidziy 2472, Ibnu Majah 151, dan Ahmad dalam Musnad 3/120, 286 dari Anas bin Malik. Lafaz at-Tirmidziy adalah:- “Aku telah ditakut-takuti di jalan Allah sebelum ada yang ditakut-takuti. Aku telah dianiaya di jalan Allah sebelum ada yang dianiaya.” Hadith ini juga diriwayatkan oleh Syeikh al-Albaniy

As-Syahid Dr Abdullah Azam

Advertisements
This entry was posted in MUTIARA DA'WAH, Nasihat Pengemban Da'wah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s