Islamic Parenting (0 – 3) – Bahagian 2

Apabila Keguguran Terjadi
Banyak hadits dalam hal ini yang sangat menggembirakan hati orang yang mendengarnya. Antara lain, Muadz bin Jabal pernah menyampaikan bahawa Rasulullah saw bersabda :

“Demi zat yang jiwaku berada di tanganNYA, sesungguhnya bayi yang gugur pasti akan menarik  ibunya dengan tali pusarnya ke syurga, jika ibu berharap pahala keranaNYA (bila ibunya rela dengan itu).” (HR. Ibn Majah & Darimi)

Ali ra menuturkan bahawa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya bayi yang gugur benar-benar akan memprotes Rabbnya bila kedua orang tuanya dimasukkan ke dalam neraka. Hingga dikatakan kepadanya, ‘Wahai bayi yang gugur yang memprotes Rabbnya, masukkanlah kedua orangtuamu ke dalam syurga.’ Ia pun menarik keduanya dengan tali pusarnya untuk dimasukkan ke dalam syurga.”

Perhatikanlah bagaimana perhatian Islam yang besar kepada manusia meskipun masih berupa janin. 

Azan di Telinga Kanan Bayi Saat Bayi Lahir
Abu Rafi` berkata, “Aku melihat Rasullullah mengumandangkan azan di telinga Al Hassan bin Ali saat baru dilahirkan oleh Fathimah”

Ibnul Qayyim mengatakan bahawa hikmah azan dan iqamah di telinga bayi yang baru lahir adalah agar suara pertama yang di dengar oleh sang bayi adalah seruan azan. Seruan yang mengandung makna keagungan dan kebesaran Allah serta syahadat yang menjadi syarat utama bagi seseorang yang baru masuk Islam. Jadi tuntunan pengajaran ini menjadi lambang Islam bagi seseorang saat dilahirkan ke dunia. Saat manusia akan meninggalkan dunia, dianjurkan juga agar dituntun untuk mengucapkan kalimah tauhid. Tidaklah aneh bila pengaruh azan ini masuk ke hati sang bayi. Bayi akan terpengaruh olehnya meskipun si bayi belum dapat menyedarinya.

Hal ini menjelaskan kepedulian Nabi saw terhadap akidah tauhid yang harus ditanamkan sejak awal dalam jiwa sang anak dan sekaligus untuk mengusir setan yang selalu berupaya menggangu sang bayi sejak kelahirannya dan memulai kehidupan barunya.

Ibnu Abbas berkata, “Setiap bayi yang baru lahir pasti akan menangis, kecuali Isa putra Maryam. Bayi menangis kerana perutnya diperas oleh setan sehingga si bayi menjerit”. Dengan demikian, azan yang diserukan di telinga sang bayi akan menjadi pukulan balas terhadap setan yang selalu berupaya dengan sekuat tenaganya untuk merusak keturunan Adam dan menghancurkan generasinya.

Jika tidak keberatan, bacalah firmanNya :
“Dan aku memohon perlindungan anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk” (QS. 3:36)

Berita Gembira Kelahiran Bayi
Anak merupakan salah satu nikmat Allah yang dianugerahkan kepada siapa saja dikehendakiNya dan Dia menahan nikmatnya dari siapa pun yang dikehendakiNya. Mengingat nikmat ini menyenagkan hati kedua orang tua bayi, para malaikat pun menyampaikannya sebagai berita gembira untuk para Rasul dan isteri-isteri mereka. Allah berfirman:-

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia”. (QS. 19:7)

Tentang Nabi Ibrahim Al-Khalil, Allah berfirman:-

“Dan isterinya berdiri (di sampingnya) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan sesudah Ishak (lahir pula) Ya’qub”. (QS. 11:71)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lain yang menceritakan berita gembira tentang kelahiran anak yang disampaikan kepada para ayah dar utusan Allah swt. Ini bererti bahawa ucapan selamat atas kelahiran anak merupakan tuntunan yang dianjurkan oleh Allah swt.

Abu Bakar Ibnul Mundzir telah mengatakan bahwa telah diriwayatkan kepada kami dari Al-Hasan Al-Bashri yang telah menceritakan bahwa pernah ada seseorang lelaki datang kepadanya, sedang saat itu di hadapan Al-Hasan telah ada lelaki yang lain yang baru mendapat berita kelahiran anaknya. Lelaki yang baru itu pun mengucapkan selamat kepadanya dengan mengatakan: “Selamat, semoga dia menjadi calon penunggang kuda yang mahir”.

Al-Hasan membantah:-
“Semoga Allah memberkatimu dengan kelahiran anakmu. Semoga engkau bersyukur kepada Tuhan yang menganugerahkannya. Semoga engkau mendapat anak shalih dan semoga anakmu tumbuh menjadi dewasa.” (Tuhfatul Maudud karya Ibnul Qayyim).

Ucapan selamat dan memberi hadiah atas kelahiran bayi jelas akan menyenangkan keluarga bagi yang baru lahir dan akan memberikannya nuansa yang menggembirakan serta mempererat tali kasih, kerukunan dan ikatan persatuan antara sesama kaum muslim.

Bersambung…

Advertisements
This entry was posted in Islamic Parenting, TARBIYATUL AULAD. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s