Bahan Halaqah Keluarga – “Makna Syahadah”

Makna Syahadah
Perbezaan mendasar antara makhluk hidup dapat dibahagikan kepada beberapa kelompok.

Ada makhluk hidup yang tidak ditaklifkan (dipertanggungjawabkan) dengan kehidupan ini seperti tumbuhan, haiwan, bacteria, fungus, dan lain-lain. Mereka diciptakan sebagai ‘alat’ atau ‘pelengkap’ kepada dunia yang serba indah ini untuk berfungsi mengikut ketentuan Pencipta Alam yakni Allah swt.

Pada masa yang sama, disana terdapat makhluk hidup yang penting dan kerana mereka dunia ini di ciptakan iaitu ‘manusia’ yang bertugas dan dipertanggungjawabkan (taklif ) untuk berfungsi sebagai hamba kepada Allah swt (abid) dan khalifah Allah swt.

Dan di antara trillion manusia yang sedang dan pernah hidup melata diatas muka bumi ini, mereka terbahagi pula kepada 2 golongan iaitu orang-orang Islam yang menerima Allah swt sebagai Rabb yang dikenali sebagai Muslimin dan orang-orang yang menolak Allah swt yang dikenali sebagai orang-orang kafir.

Untuk menjadi seorang Muslim, asas pertama yang perlu dilakukan adalah bersyahadah dengan penuh yakin ‘Tiada Tuhan (Illah) yang disembah melainkan Allah swt, dan Muhammad adalah Rasulullah”.

Jika syahadah adalah asasnya,… adakah pernah kita telusuri apakah Makna Syahadah yang sebenarnya?! apa yang kita faham dengan Syahadah itu sendiri?!

insyaAllah, bahan ini memberikan jawapan kepada persoalan tersebut. Amat baik jika digunakan sebagai bahan dalam pertemuan Halaqah Keluarga anda bersama isi rumah…

Semoga bermanfaat..

*Rujukan Syarah Rasmul Bayan PKS

Muqaddimah
Kalimat syahadah adalah pintu gerbang seseorang menjadi muslim
. Ketika seseorang ingin masuk Islam, hal pertama yang dilakukan adalah mengucapkan “Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammaddar rasuulullaah”. Dengan ucapan tersebut ia automatik sudah menjadi seorang muslim yang memiliki konsekuensi menjalankan syariat Islam. Kalimat ini pulalah yang menentukan seseorang itu husnul khatimah atau su’ul khatimah di akhir hayatnya. Dengan kalimat ini juga pintu syurga terbuka untuknya.

Konsep yang terkandung dalam kalimat laa ilaaha illallaah adalah konsep pembebasan manusia dari penghambaan apapun kecuali Allah SWT semata-mata. Manusia menafikan secara langsung segala bentuk ketuhanan yang ada di alam ini, kecuali hanya Allah SWT. Penolakan tersebut bertujuan untuk membersihkan aqidah dari syubhat ketuhanan dan menegaskan bahawa segala erti dan hakikat ketuhanan itu hanya ada pada Allah.

Kalimat syahadah ini memberikan pemahaman kepada kita dalam memahami dan bersikap bahwa tidak ada pencipta kecuali Allah saja, tiada pemberi rezeki selain Allah, tiada pemilik selain Allah, tiada yang dicintai selain Allah, tiada yang ditakuti selain Allah, tiada yang diharapkan selain Allah, tiada yang menghidupkan dan mematikan selain Allah, tiada yang melindungi selain Allah, tiada daya dan kekuatan selain Allah dan tiada yang diagungkan selain Allah. Kemudian pengakuan Muhammad Rasulullah adalah menerima cara menghambakan diri berasal dari Rasulullah SAW sehingga tata cara penghambaan hanya berasal dari tuntunan Allah yang disampaikan kepada rasul-Nya.

Oleh karena itu syahadatain menjadi suatu ‘foudation‘ dari sebuah metod lengkap yang menjadi asas kehidupan umat muslim. Dengan asas ini kehidupan Islami akan dapat ditegakkan. Semakin dalam pemahaman kita terhadap konsep syahadatain dan semakin menyeluruh kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka semakin utuh kehidupan Islami tumbuh dalam masyarakat muslim.

Definisi Syahadah
1. Secara bahasa, “Asyhadu” berarti saya bersaksi. Kesaksian ini boleh dilihat dari waktu, termasuk dalam aktiviti yang sedang berlangsung dan masih sedang dilakukan ketika diucapkan  Asyhadu ini sendiri memiliki tiga arti:

  •   Al I’lan (pernyataan), QS. Ali Imran (3) : 18
  •   Al Wa’d (janji), QS. Ali Imran (3) : 81
  •   Al Qosam (sumpah), QS. Al Munafiqun (63) : 2

2. Secara istilah syahadah merupakan pernyataan, janji sekaligus sumpah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya melalui :

  •   Pembenaran dalam hati (tasdiqu bil qolbi)
  •   Dinyatakan dengan lisan (al qaulu bil lisan)
  •   Dibuktikan dengan perbuatan (al ’amalu bil arkan)

Menurut hadish : “Iman adalah dikenali oleh hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan rukun-rukunnya”. (HR Ibnu Hibban)

Setelah memahami syahadah maka akan muncul keimanan, keimanan ini harus terus disempurnakan dengan sikap istiqamah, QS. Al Fushilat (41)

Istiqamah yang benar akan menghasilkan :

  • Syaja’ah (berani), QS.Al Maidah (5) : 52
  • Ithmi’nan (ketenangan), QS Ar Ra’du (13) : 28
  • Tafa’ul (optimis)

Jenis-jenis Syahadah
a.  Syahadah Rububiyah yaitu pengakuan identiti terhadap Allah sebagai pencipta, pemilik, pemelihara dan penguasa,
QS. Al A’raf (7) : 172

b.  Syahadah Uluhiyah yaitu pengakuan setia terhadap Allah sebagai satu-satunya dzat yang boleh disembah dan ditaati, QS. Al A’raf (7) : 54

c.  Syahadah risalah yaitu pengakuan terhadap diri Muhammad SAW sebagai utusan-Nya beliau adalah panutan terbaik bagi manusia,
QS. Al Ahzab (33) : 21

Semoga dengan memahami Makna Syahadatain ini, kita lebih benar dalam ilmu mengenal Allah swt dan tahu apa makna terhadap Kalimah yang telah kita ucapkan di awal bergelar seorang Muslim yang yakin beriman kepada Allah swt dan Rasul saw..

Wallahu’alam.

Rujukan
1. Syahadahmu syahadahku, paket BPNF
2. Memurnikan la ilahaa illallah, Mu Said Al Qathrani, M. Bin Abd. Wahhab,  M Quthb
3. Pengantar Studi Aqidah Islam, Dr. Ibrahim Muhammad bin Al Buraikan
4. Ma’na Syahadah, Dr, Irwan Prayitno
5. Petunjuk Jalan Sayyid Quthb

Advertisements
This entry was posted in Bahan Halaqah Keluarga, HALAQAH KELUARGA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s