Islamic Parenting (0 – 3) – Bahagian 1

Berdoa untuk Anak Saat Masih dalam Sulbi Ayahnya
Ketika orang-orang musyrik dari Thaif menolak seruan Nabi yang mengajak mereka masuk Islam, bahkan mereka mencaci dan melempari beliau dengan batu, malaikat penjaga gunung menawarkan beliau untuk menimpakan dua bukit Akhbasy (dua bukit antara Mekah)  kepada mereka. Pada saat itu juga Nabi yang berhati lembut lagi penyayang menjawab, “Aku berharap semoga Allah mengeluarkan dari tulang sulbi mereka hamba yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutu-Nya dengan apa pun.” Maka Allah telah merealisasikan harapan Nabi tersebut dengan keislaman anak-anak mereka.

Nabi Muhammad saw juga memberikan petunjuk kepada kaum muslim agar melakukan hal-hal yang menghasilkan kemaslahatan bagi anak-anak mereka pada masa mendatang. Untuk itu beliau bersabda, “Seandainya salah seorang diantara kalian sebelum menggauli istrinya berdoa:

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang engkau anugerahkan kepada kami, lalu dari keduanya lahir anak, setan tidak akan dapat mengganggunya selamanya.”

Anjuran berdoa sebelum berhubungan suami-istri menunjukkan bahwa permulaan yang kita lakukan dalam berketurunan bersifat rabbani, bukan syaithani. Apabila disebutkan nama Allah pada permulaan senggama, berarti hubungan yang dilakukan oleh suami-istri tersebut berlandaskan ketakwaan kepada Allah dan dengan izin Allah anaknya nanti tidak akan diganggu setan.

Berdoa untuk Anak Ketika Masih Berupa Nuthfah
Saat Abu Thalhah barada di luar rumah, anaknya yang sedang sakit keras di rumah menghembuskan nafas terakhir. Namun, saat Abu Thalhah pulang, isterinya, Ummu Sulaim, tidak segera memberitahukan kematian anaknya dan tidak memperlihatkan tanda-tanda kesedihan. Sebaliknya, ia berdandan dan mempersiapkan makan malam untuk suaminya. Abu Thalhah pun langsung menyantap hidangan makan malamnya dan menyetubuhi isterinya.

Setelah semuanya berlangsung, barulah Ummu Sulaim menceritakan kepada suaminya dengan pendekatan spiritual yang cerdas bahawa anaknya telah meninggal dunia. Pagi harinya, Abu Thalhah menemui Rasulullah saw dan menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dan isterinya. Rasulullah pun mendoakan keberkahan bagi keduanya malam itu. Beliau bersabda, “ Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua.”

Akhirnya mereka berdua dikurniakan seorang bayi yang diberi nama Abdullah oleh Nabi saw. Berkat doa Nabi, anak itu tumbuh dewasa lalu menikah dan dikurniakan sembilan anak yang semuanya hafal Al-Quran. Kisah ini diriwayatkan dengan redaksi yang panjang dalam kitab Shahih Bukhari.

Zikir untuk Keselamatan Bayi yang Akan Dilahirkan
Kondisi saat melahir merupakan kondisi yang menggelisahkan dan mengkwatirkan. Rasulullah saw telah memberi petunjuk kepada Asma` binti Umais ra dengan bersabda. “ Maukah engkau aku ajari beberapa kata yang bisa kau ucapkan saat dalam kekhawatiran? Ucapkanlah:

“Allah, Allah Rabbku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.

Bersambung…

Advertisements
This entry was posted in Islamic Parenting, TARBIYATUL AULAD. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s